PEMBAHASAN SOAL LATIHAN OSN 3

1. (Analisis Elektroforesis DNA)


Pada hasil elektroforesis di atas, diketahui:

  • Lajur 1 = DNA ladder
  • Lajur 2 = sampel A
  • Lajur 3 = sampel B

Jika pita pada sampel B berada lebih dekat ke kutub positif dibanding sampel A, maka dapat disimpulkan bahwa...

A. DNA B memiliki massa lebih besar
B. DNA B memiliki ukuran lebih kecil
C. DNA B bermuatan positif
D. DNA A terdegradasi
E. DNA B tidak bermigrasi

Jawaban: B

Pembahasan:
DNA bermuatan negatif dan bergerak menuju kutub positif pada elektroforesis. Fragmen DNA yang lebih kecil akan bergerak lebih jauh karena hambatan gel lebih kecil. Jadi, posisi lebih jauh → ukuran lebih kecil.


2. (Analisis PCR Kuantitatif)

Dalam qPCR, kurva amplifikasi menunjukkan bahwa sampel X memiliki nilai Ct lebih rendah dibanding sampel Y.

Kesimpulan yang benar adalah...

A. Konsentrasi DNA X lebih rendah
B. Konsentrasi DNA X lebih tinggi
C. DNA X mengalami degradasi
D. DNA Y lebih aktif
E. DNA Y lebih stabil

Jawaban: B

Pembahasan:
Nilai Ct (cycle threshold) adalah jumlah siklus saat sinyal terdeteksi. Ct rendah berarti DNA awal lebih banyak → amplifikasi terdeteksi lebih cepat → konsentrasi DNA lebih tinggi.


3. (Berbasis Struktur Protein & Enzim)


Jika terjadi mutasi pada asam amino di sisi aktif enzim, maka kemungkinan yang terjadi adalah...

A. Enzim lebih aktif
B. Substrat lebih mudah berikatan
C. Aktivitas enzim menurun atau hilang
D. Enzim tidak berubah
E. Energi aktivasi meningkat drastis

Jawaban: C

Pembahasan:
Sisi aktif enzim sangat spesifik. Perubahan struktur (mutasi) dapat mengubah bentuk sisi aktif → substrat tidak cocok → aktivitas enzim menurun atau hilang.


4. (Analisis Mutasi Genetik)

Suatu sekuens DNA mengalami perubahan:

Awal: ATG-AAA-GGC-TAA
Mutasi: ATG-AAG-GGC-TAA

Perubahan ini termasuk...

A. Frameshift mutation
B. Nonsense mutation
C. Missense mutation
D. Silent mutation
E. Deletion

Jawaban: D

Pembahasan:
AAA dan AAG sama-sama mengkode lisin, sehingga tidak terjadi perubahan asam amino → silent mutation.


5. (Analisis Membran Sel & Transport)


Jika suatu sel dipindahkan ke larutan hipertonik dan ditambahkan inhibitor ATP, maka yang terjadi adalah...

A. Sel tetap stabil
B. Sel membesar
C. Sel menyusut lebih cepat
D. Sel mengalami transport aktif meningkat
E. Osmosis berhenti

Jawaban: C

Pembahasan:
Larutan hipertonik menyebabkan air keluar dari sel (osmosis) → sel menyusut.

Jika ATP dihambat, transport aktif (yang bisa membantu menjaga keseimbangan ion) tidak berjalan → sel semakin cepat kehilangan air dan menyusut

6. (Analisis Penampang Batang)

Jika jaringan kambium pada batang dihilangkan, maka dampak jangka panjang yang paling tepat adalah...

A. Fotosintesis meningkat
B. Transport air terhenti
C. Tidak terjadi pertumbuhan sekunder
D. Transpirasi meningkat
E. Produksi hormon meningkat

Jawaban: C

Pembahasan:
Kambium berfungsi membentuk xilem dan floem sekunder. Jika hilang → tidak terjadi pertumbuhan sekunder (penebalan batang), meskipun transport masih bisa berlangsung dari jaringan yang sudah ada.


7. (Analisis Transpirasi & Lingkungan)

Pada percobaan, tanaman ditempatkan pada kondisi berikut:

  • Intensitas cahaya tinggi
  • Kelembapan rendah
  • Angin kencang

Apa yang terjadi pada laju transpirasi?

A. Menurun drastis
B. Tetap
C. Meningkat tajam
D. Berhenti
E. Tidak terpengaruh

Jawaban: C

Pembahasan:
Faktor-faktor tersebut semuanya meningkatkan transpirasi:

  • Cahaya → stomata terbuka
  • Kelembapan rendah → gradien uap air tinggi
  • Angin → mempercepat penguapan

8. (Berbasis Gambar Mekanisme Stomata)

Jika pompa proton (H⁺-ATPase) pada sel penjaga dihambat, maka yang terjadi adalah...

A. Stomata tetap terbuka
B. Ion K⁺ tetap masuk
C. Stomata sulit membuka
D. Fotosintesis meningkat
E. Transpirasi meningkat

Jawaban: C

Pembahasan:
Pompa H⁺ menciptakan gradien yang memungkinkan masuknya K⁺. Jika dihambat → K⁺ tidak masuk → tekanan turgor tidak meningkat → stomata tidak membuka.


9. (Analisis Transport Floem)

Pada eksperimen cincin kulit batang (girdling), floem dipotong tetapi xilem tetap utuh. Setelah beberapa waktu, bagian atas batang membengkak.

Penyebabnya adalah...

A. Air tertahan di xilem
B. Gula hasil fotosintesis menumpuk
C. Mineral meningkat
D. Respirasi meningkat
E. Fotosintesis berhenti

Jawaban: B

Pembahasan:
Floem mengangkut hasil fotosintesis (gula). Jika dipotong → gula tidak bisa turun → menumpuk di atas luka → menyebabkan pembengkakan.


10. (Analisis Fotosintesis & Faktor Pembatas)

Pada grafik, laju fotosintesis meningkat lalu mendatar meskipun intensitas cahaya meningkat. Hal ini menunjukkan...

A. Cahaya bukan faktor pembatas
B. CO₂ atau enzim menjadi faktor pembatas
C. Fotosintesis berhenti total
D. Tanaman mati
E. Respirasi meningkat

Jawaban: B

Pembahasan:
Jika cahaya tinggi tetapi laju fotosintesis tidak meningkat, berarti faktor lain seperti CO₂, suhu, atau enzim menjadi pembatas (limiting factor).

11. (Analisis EKG & Fisiologi Jantung)


Jika interval antara gelombang R-R pada EKG semakin pendek, maka kondisi yang terjadi adalah...

A. Bradikardia
B. Takikardia
C. Aritmia total
D. Hipotensi
E. Henti jantung

Jawaban: B

Pembahasan:
Interval R-R menunjukkan jarak antar denyut jantung. Jika interval makin pendek → denyut makin cepat → takikardia.


12. (Analisis Nefron & Osmoregulasi)


Jika bagian lengkung Henle rusak, maka kemampuan ginjal untuk...

A. Filtrasi meningkat
B. Reabsorpsi protein meningkat
C. Memekatkan urin menurun
D. Produksi hormon meningkat
E. Sekresi meningkat

Jawaban: C

Pembahasan:
Lengkung Henle berperan dalam mekanisme countercurrent multiplier untuk membentuk gradien osmotik. Kerusakan → tidak mampu memekatkan urin → urin menjadi lebih encer.


13. (Analisis Sistem Pernapasan)


Jika luas permukaan alveolus berkurang drastis (misalnya pada emfisema), maka...

A. Difusi gas meningkat
B. Pertukaran gas menurun
C. Oksigen meningkat
D. CO₂ menurun drastis
E. Paru menjadi lebih efisien

Jawaban: B

Pembahasan:
Pertukaran gas bergantung pada luas permukaan. Jika berkurang → difusi O₂ dan CO₂ menurun → efisiensi pernapasan menurun.


14. (Analisis Enzim Pencernaan)

Dalam percobaan, enzim tripsin tidak dapat bekerja pada pH asam.

Hal ini menunjukkan bahwa...

A. Semua enzim bekerja di pH sama
B. Enzim tidak dipengaruhi pH
C. Enzim memiliki pH optimum spesifik
D. Enzim hanya bekerja di suhu tinggi
E. Enzim tidak spesifik

Jawaban: C

Pembahasan:
Setiap enzim memiliki pH optimum. Tripsin bekerja optimal di usus halus (pH basa), sehingga tidak aktif di lingkungan asam.


15. (Analisis Sistem Saraf & Refleks)


Jika interneuron pada lengkung refleks dihambat, maka yang terjadi adalah...

A. Refleks lebih cepat
B. Refleks hilang atau terganggu
C. Refleks meningkat
D. Impuls langsung ke otak
E. Tidak ada perubahan

Jawaban: B

Pembahasan:
Interneuron menghubungkan neuron sensorik dan motorik. Jika terganggu → jalur refleks terputus → refleks hilang atau terganggu.