KEANEKARAGAMAN HAYATI (MATERI)

Pendahuluan

Tidak ada dua individu sejenis yang memiliki kemiripan yang sama persis, meskipun ia adalah anak kembar identik.  Itulah kekuasaan dan kekayaan ilmu  Allah yang maha agung, yang menciptakan semua makhluk-makhluknya dengan berbagai macam persamaan (keseragaman) dan perbedaan (keberagaman). 

A.     Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati atau biodiversitas merupakan ungkapan pernyataan tentang terdapatnya berbagai macam variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan persekutuan makhluk hidup, yaitu tingkat ekosistem, tingkat jenis, dan tingkat genetika.

B.      Penyebab Terjadinya Keanekaragaman Hayati

Keanekagaraman hayati terjadi karena adanya keseragaman (kesamaan) dan keberagaman (perbedaan) sifat dan ciri dari berbagai makhluk hidup 

C.     Tingkat Keanekaragaman Hayati

Secara garis besar, keanekaragaman hayati dibagi menjadi 3 tingkat, yaitu

Keanekaragaman hayati tingkat gen

Keanekaragaman hayati tingkat gen terjadi pada individu dalam satu jenis/species.  Adanya keanekaragaman tingkat gen ini menyebabkan variasi antarindividu dalam satu jenis.  Misalnya pada manusia, ada yang berambut ikal, keriting, maupun lurus.  Begitu pula dengan species mangga, dimana ada mangga golek, mangga manalagi, mangga gadung, dan lain sebagainya.  Semua perbedaan atau variasi yang terjadi pada individu yang masih sejenis ini disebabkan karena perbedaan gen (variasi gen) yang menentukan sifat pada makhluk hidup baik sifat yang tampak (fenotif) maupun sifat yang tidak tampak (genotif).


Gambar 1. Keanekaragaman gen pada ayam (sumber: Rahayu, PW. 2005)

Keanekaragaman hayati tingkat jenis (species)

Di alam terdapat berbagai macam jenis makhluk hidup, dimana setiap jenis (species) makhluk hidup, masing-masing  memiliki variasi bentuk, penampakan, dan frekuensi gen yang berbeda.   Contoh keanekaragaman hayati tingkat jenis adalah 

  • gorilla, orang utan, monyet
  • ayam, burung, angsa
  • kambing, kerbau, sapi
  • kelapa, pinang, palm

Gambar 2. Keanekaragaman jenis pada kacang-kacangan (sumber: Rahayu, PW. 2005)

Gambar 2. Keanek ragaman jenis pada hewan (a) harimau, (b) singan, (c) kucing dan (d) citah. (sumber: Rahayu, PW. 2005)

Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem

Ekosistem adalah suatu system yang didalamnya terdapat hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya (makhluk hidup lainnya dan makhluk tak hidup).  Di alam terdapat berbagai macam ekosistem, dimana masing-masing ekosistem tersebut memiliki factor biotic maupun factor abiotik yang bervariasi antara ekosistem satu dengan lainnya.   Berbagai macam ekosistem tersebut antara lain: 

  • ekosistem lumut
  • ekosistem hutan hujan tropis
  • ekosistem padang  pasir
  • ekosistem padang rumput
  • ekosistem pantai

 

Gambar 2. Keanekaragaman ekosistem (a) padang rumput (b) padang tundra (c) gurun pasir (sumber: Rahayu, PW. 2005)

Untuk lebih jelas tentang keanekargaman hayati silahkan simak video berikut

D.     Keanekaragaman Hayati di  Indonesia

Indonesia kaya akan keanekaragaman flora (tumbuhan) maupun fauna (hewan).  Di wilayah Asia Tenggara, Indonesia merupakan Negara yang memiliki habitat paling beragam.  Hal ini disebabkan karena:

  • Indonesia  terletak di antara dua daerah biogeografis yang sangat berbeda, yaitu Asia dan Australia.
  • Indonesia terletak diantara dua samudera, yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. 
  • Indonesia merupakan Negara Kepulauan yang membentang sejauh 5.200 km disepanjang garis khatulistiwa. 

Dibandingkan dengan negara-negara lain, keanekaragaman hayati (biodiversitas) di Indonesia memiliki keunikan tersendiri, yaitu antara lain:

1.       Memiliki fauna bertipe Oriental, Australian, dan peralihannya.

Oriental merupakan daerah yang meliputi Asia dan Australia dengan pembatas garis Wallace-Weber. 

 

Gambar Garis Wallace-Weber (sumber: Rahayu, PW. 2005)

 

Berdasaran daerah oriental, para ahli biogeografi Indonesia membagi Indonesia menjadi beberapa kawasan, yaitu:

a. Kawasan Indonesia bagian barat

Hewan pada kawasan Indonesia  bagian barat  memiliki ciri khas antara lain:

  • Hewan mamalia memiliki ukuran besar
  • Memiliki banyak jenis primate
  • Terdapat hewan yang bersifat endemic
  • Burung kurang beragam dan memiliki warna yang kurang menarik.

Beberapa jenis hewan-hewan yang hidup di daerah oriental kawasan barat Indonesia antara lain: gajah, banteng, harimau jawa, harimau sumatera, orang utan sumatera, tapir, buaya muara, badak sumatera, burung rangkong, beruang madu, orang utan Kalimantan, buaya senyulong, ikan arwana, biawak, kera, ungko, monyet, tarsius, kukang, an bekantan, badak bercula satu, burung jalak bali, burung murai, dan elang putih.

b. Kawasan Indonesia bagian timur

Hewan pada kawasan Indonesia  bagian timur  memiliki ciri khas antara lain

  • Tidak ada primate
  • Terdapat mamali berkantung
  • Ukuran hewan mamalia lebih kecil
  • Burung lebih beragam dan memiliki warna yang lebih menarik.

Beberapa jenis hewan yang terdapat di kawasan Indonesia bagian barat antara lain:  cenderawasih, burung kasuari, burung kakatua raja, buaya papua, biawak raksasa, walabi, kanguru pohon, dan kuskus berbintik

 

c. Daerah peralihan (transisi) oriental Australia

Pada dareah ini terhdapat hewan dengan ciri khas yang tidak terdapat di kawasan Indonesia bagian barat maupun timur, yaitu antara lain:  komodo, babi rusa, anoa, dan burung maleo.

 

  1. Memiliki flora bertipe Malesiana.  Malesiana merupakan suatu kawasan botani dunia yang meliputi Malaysia, Filipina, Indonesia, Papua New Guini, dan Kepulauan Solomon.  Beberapa jenis tumbuhan yang termasuk khas pada kawasan Malesiana antara lain:

Shorea sp (meranti) Durio zibethinus (durian), Mangifera indica  (mangga), Arthocarpus communis (sukun), Gonyctylus bancanus (kayu ramin), dan liana  (tumbuhan  memanjat) yang tersebar di berbagai daerah.

  1. Memiliki banyak hewan dan tumbuhan yang bersifat endemic

Beberapa hewan maupun tumbuhan tersebut yang bersifat endemic (hanya ada di daerah tertentu) antara lain:

    • Refflesia arnoldii di Pulau Sumatera, khususnya di Bengkulu
    • Amorphophallus titanium (bunga bangkai) di Pulau Sumatera.
    • Anoa di Sulawesi
    • Burung cendrawasih di Papua
    • Burung maleo di Sulawesi
    • Komodo, di Pulau Komodo

 

Gambar Bunga bangkai, tumbuhan endemik (sumber: Rahayu, PW. 2005)

 

4.       Memiliki banyak hewan dan tumbuhan yang berstatus langka dan terancam punah.

Beberapa jenis hewan yang berstatus langka antara lain: Harimau sumatera, macan kumbang, badak sumatera, badak bercula satu, tapir, elang, orang utan, rangkong, komodo, beruang madu, bekantan, buaya muara,  gajah, penyu hijau, cenderawasih, kasuari, maleo, kakatua raja, jalak bali putih, dan ular sanca hijau,

Beberapa jenis tumbuhan yang berstatus langka, antara lain: kepuh, sawo kecik, gandaria, kiuwak, bendo, badali, dan matoa.

 

Nilai dan Manfaat Keanekaragaman hayati

Nilai yang terdapat dalam keanekaragaman hayati, antara lain:

  1. Nilai estetika  (keindahan)
  2. Nilai relitius atau spiritual (pengakuan atau kekaguman terhadap kebesaran sang Pencipta)
  3. Nilai budaya (kebanggaan, atau kehkasan suatu daerah)
  4. Nilai ekonomi (penghasil produk dan jasa yang dapat ditukar dengan uang)
  5. Nilai pendidikan (sebagai sarana sumber ilmu, penelitian, )

Keanekaragaman hayati (hewan dan tumbuhan) sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan hidup manusia, antara lain:

  1. Kebutuhan dasar, seperti: sandang (pakaian), pangan (makanan), papan (rumah/tempat tinggal),  air, dan udara bersih
  2. Kebutuhan sekunder, seperti rekreasi dan transportasi.
  3. Sebagai bahan obat-obatan
  4.  

Kegiatan Manusia yang Berpengaruh terhadap  Keanekaragaman Hayati

Kegiatan manusia yang berdampak pada berkurangnya keanekaragaman hayati

  1. Perburuan liar
  2. Pengkapan ikan secara tidak tepat dan tanpa mengenal batas
  3. Penebangan hutan secara liar
  4. Pengubahan hutan menjadi lahan pemukiman
  5. Pengubahan hutan menjadi lahan pertanian
  6. Pengubahan hutan menjadi lahan pabrik
  7. Pengubahan hutan menjadi jalan raya
  8. Ladang berpindah
  9. Industrialisasi
  10. Penggunaan bibit unggul, yang menyebabkan terdesaknya  bibit local
  11. Penggunaan pupuk secara berlebihan
  12. Penggunaan insektisida melebihi dosis
  13. Pencemaran lingkungan (tanah, air, dan udara)

 

Kegiatan manusia yang tidak menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati

  1. Penghijauan atau reboisasi
  2. Pengendalian hama secara biologis
  3. Penebangan hutan dengan perencanaan yang baik atau system tebang pilih dan penanaman kembali
  4. Usaha pemuliaan hewan dan tumbuhan
  5. Upaya pelestarian alam, baik yang dilakukan secara in situ (di dalam habitat asli), maupun ex situ (diluat habitat asil).

Upaya yang dilakukan Manusia Untuk Melindungi Keanekaragaman Hayati

Untuk melindungi keanekaragaman hayati dari kepunahan, dilakukan upaya perlindungan alam.  Perlindungan alam dibedakan menjadi dua bagian, yaitu perlindungan alam umum dan perlindungan alam dengan tujuan tertentu. 

Perlindungan alam umum

Perlindungan alam umum dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. Perlindungan alam ketat, merupakan perlindungan terhadap keadaan alam yang dibiarkan, tanpa campur tangan manusia, kecuali bila dipandang perlu,  misalnya cagar alam.  Cagar alam merupakan tempat melindungi alam dan proses alam agar berlangsung normal, tidak terganggu, pada suatu kawasan hutan.  Tujuan perlindungan alam ketat adalah untuk penelitian dan kepentingan ilmiah, misalnya Ujung kulon, karakatau.
  2. Perlindungan alam terbimbing, merupakan perlindungan terhadap keadaan alam yang dibina oleh para ahli, misalnya Kebun Raya Bogor.
  3. Taman nasional (National Park), merupakan perlindungan terhadap keadaan alam yang menempatu suatu daerah yang luas dan tidak boleh ada tempat tinggal maupun bangunan industri. Tujuan taman nasional  adalah untuk tempat rekreasi, atau taman wisata, tanpa mengubah ciri-ciri ekosistemnya.

Taman Nasional 

Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, dan dimanfaatkan untuk:

  • Penelitian
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Perlindungan alam

Jumlah Taman Nasional

Indonesia memiliki sekitar 54 taman nasional yang tersebar dari Sumatra hingga Papua.

Fungsi Taman Nasional

  1. Konservasi (Perlindungan)
    Melindungi flora dan fauna langka
  2. Pendidikan & Penelitian
    Tempat belajar dan penelitian ilmiah
  3. Rekreasi & Pariwisata
    Wisata alam yang ramah lingkungan
  4. Menjaga Ekosistem
    Menjaga keseimbangan alam

Ancaman terhadap Taman Nasional

  • Penebangan liar
  • Perburuan hewan
  • Pencemaran
  • Perubahan iklim

Upaya Pelestarian

  • Penegakan hukum
  • Reboisasi
  • Edukasi masyarakat
  • Konservasi in-situ (di habitat asli)
Daftar beberapa taman nasional di Indonesia

No

Nama Taman Nasional

Letak

Luas (±)

1

Gunung Leuser

Aceh & Sumut

1.094.692 ha

2

Kerinci Seblat

Sumbar, Jambi, Bengkulu, Sumsel

1.375.349 ha

3

Bukit Barisan Selatan

Lampung, Bengkulu, Sumsel

356.800 ha

4

Way Kambas

Lampung

125.621 ha

5

Berbak Sembilang

Jambi & Sumsel

202.896 ha

6

Bukit Tigapuluh

Riau & Jambi

144.223 ha

7

Siberut

Sumbar

190.500 ha

8

Batang Gadis

Sumut

108.000 ha

9

Bukit Dua Belas

Jambi

60.500 ha

10

Tesso Nilo

Riau

83.068 ha

11

Ujung Kulon

Banten

122.956 ha

12

Gunung Gede Pangrango

Jabar

21.975 ha

13

Gunung Halimun Salak

Jabar & Banten

113.357 ha

14

Kepulauan Seribu

DKI Jakarta

107.489 ha

15

Gunung Merapi

DIY & Jateng

6.410 ha

16

Gunung Merbabu

Jateng

5.725 ha

17

Gunung Ciremai

Jabar

15.500 ha

18

Karimunjawa

Jateng

111.625 ha

19

Baluran

Jatim

25.000 ha

20

Alas Purwo

Jatim

43.420 ha

21

Meru Betiri

Jatim

58.000 ha

22

Bromo Tengger Semeru

Jatim

50.276 ha

23

Bali Barat

Bali

19.002 ha

24

Komodo

NTT

173.300 ha

25

Kelimutu

NTT

5.356 ha

26

Manupeu Tanah Daru

NTT

87.984 ha

27

Laiwangi Wanggameti

NTT

47.014 ha

28

Gunung Rinjani

NTB

41.330 ha

29

Tambora

NTB

71.645 ha

30

Tanjung Puting

Kalteng

415.040 ha

31

Sebangau

Kalteng

568.700 ha

32

Kutai

Kaltim

198.629 ha

33

Danau Sentarum

Kalbar

132.000 ha

34

Betung Kerihun

Kalbar

816.693 ha

35

Kayan Mentarang

Kaltara

1.360.500 ha

36

Bukit Baka Bukit Raya

Kalbar & Kalteng

181.090 ha

37

Gunung Palung

Kalbar

108.043 ha

38

Bunaken

Sulut

89.065 ha

39

Wakatobi

Sultra

1.390.000 ha

40

Lore Lindu

Sulteng

217.991 ha

41

Bogani Nani Wartabone

Sulut & Gorontalo

282.008 ha

42

Rawa Aopa Watumohai

Sultra

105.194 ha

43

Bantimurung Bulusaraung

Sulsel

43.750 ha

44

Taka Bonerate

Sulsel

530.765 ha

45

Kepulauan Togean

Sulteng

362.605 ha

46

Manusela

Maluku

189.000 ha

47

Aketajawe Lolobata

Maluku Utara

167.300 ha

48

Lorentz

Papua

2.505.600 ha

49

Teluk Cenderawasih

Papua Barat

1.453.500 ha

50

Wasur

Papua

413.810 ha

51

Pegunungan Arfak

Papua Barat

68.325 ha

52

Sawai

Maluku

±100.000 ha

53

Mamberamo Foja

Papua

1.733.000 ha

54

Gandang Dewata

Sulawesi Barat

189.000 ha



Gambar sebaran taman nasional di Indonesia

Sumber: https://initu.id/peta-lokasi-daftar-50-taman-nasional-di-indonesia-lengkap/


Perlindungan alam dengan tujuan tertentu.

Perlindungan alam dengan tujuan tertentu, dibedakan atas:

  1. Perlindungan geologi, bertujuan untuk melindungi formasi geologi tertentu, misalnya batuan tertentu.
  2. Perlindungan alam botani, bertujuan untuk melindungi komunitas tumbuhan tertentu, misalnya Kebun Raya Bogor.
  3. Perlindungan alam zoology, bertujuan untuk melindungi hewan-hewan langka serta mengembangkannya dengan cara memasukkan hewan sejenis ke darerah lain, misalnya Ujung Kulon.
  4. Perlindungan alam anthropology, bertujuan untuk melindungi suku bangsa yang terisolir, misalnya Suku Asmat di Irian Jaya, Suku Baduy di Banten Selatan.
  5. Perlindungan pemandangan alam, bertujuan untuk melindungi keindahan alam, misalnya lembah sianok di Sumatera Barat.
  6. Perlindungan monument alam, bertujuan untuk melindungi benda-benda alam tertentu, misalnya stalagmite gua. Stalagtit, dan air terjun.
  7. Perlindungan suaka margasatwa, bertujuan untuk melindungi hewan-hewan yang terancam punah, misalnya harimau, badak, dan gajah.
  8. Perlindungan hutan, bertujuan untuk melindungi tanah, air, dan perubahan iklim.
  9. Perlindungan ikan, bertujuan untuk melindungi ikan yang terancam punah.

Partisipasi dalam usaha perlestarian keanekaragaman hayati dapat dilakukan dengan kegiatan berkebun menanam tanaman keperluan sehari-hari, dan membuat TOGA

PENERAPAN KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

  1. Sidik jari.  Setiap manusia memiliki sidik jari yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya.  Perbedaan sidik jari ini dapat dijadikan sebagai sarana  untuk  mengungkap suatu kasus kejahatan.
  2. Membut kebun dengan menanam tanaman keperluan sehari-hari dan tanaman obat keluarga (TOGA) dipekarangan rumah.
  3. Pemanfaatan hewan untuk membantu kerja manusia, seperti kuda, sapi, kerbau, anjing lacak, anjing kutub, dan lain-lain.
  4. Menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan baik lingkungan biotic maupun abiotik dengan senantiasa menjaga dan melestarikan lingkungan.